Seluet Senja
catatan yang tersisa
Rabu, 16 Maret 2011
Saya + Tuhan = Cukup
Janganlah hanya menginginkan yang lebih, karena kelebihan yang tidak dikelola dengan baik, akan menjadi pengurang. Perhatikanlah, bukankah ada banyak keluarga yang berkurang kebahagiaannya dan rusak keutuhannya, karena tidak menjadi lebih berkasih sayang dengan peningkatan status ekonominya? Sebuah pesan kecil untuk kita semua, adalah Kita disebut patuh kepada Tuhan, jika setelah penerimaan kita atas keberadaan Tuhan dan kekuasaan- Nya dalam kehidupan ini, kita menyegerakan diri untuk berlaku baik kepada diri sendiri, keluarga, dan kepada sesama. Cukuplah Tuhan menjadi penolong kita. Apa pun yang kita inginkan untuk menjadikan diri kita hadiah bagi kebaikan kehidupan sesama, cukupkanlah Tuhan sebagai tempat meminta bagi modal yang kita butuhkan, meminta ilmu bagi keahlian yang kita perlukan, dan meminta pemeliharaan bagi kelancaran yang kita harapkan. Marilah kita mendaya- gunakan formula yang mengundang campur tangan Tuhan bagi kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecemerlangan hidup kita. Saya + Tuhan = Cukup ........... Tidak ada rasa yang lebih damai daripada itu, tidak ada kegembiraan yang lebih indah, tidak ada keberanian yang lebih utuh, tidak ada upaya yang lebih menjanjikan, tidak ada perjalanan yang lebih aman, tidak ada kebersamaan yang lebih harmonis, dan tidak ada kehidupan yang lebih mulia daripada yang bisa dibangun dengan formula itu. Saya + Tuhan = Cukup Apa lagi kah yang lebih mencukupkan kita selain Tuhan?
Selasa, 27 Juli 2010
CATATAN YANG TERSISA
Ceritaku
Sebuah cerita tentang perjalanan hidup dan cinta seseorang, dan cerita ini juga mengisahkan tentang Sahabat, Teman, dan Pacar. Dimana dalam cerita ini ada tiga orang tokoh yaitu Ridho, Ryan, dan Yati.
Nah... Ceritanya begini.
Setelah tamat dari SMA, Ridho memulai karirnya dengan mencoba mengadua nasib pada perusahaan terkemuka di Riau. Dan juga ingin melupakan masalalunya yang suram.
Disana dia bertemu dengan seorang teman namanya Ryan dan pada akhirnyapun menjadi sahabatnya. waktu itu, Ryan mendapat masalah yang serius dengan pacaranya. Sebagai seorang sahabat. Ridho rela melakukan apa saja demi sahabatnya, baik dalam bentuk meteri, pikiran, dan perbuatan. Sampai-sampai Ridho rela dikucilkan demi sahabatnya.
Begitulah pengorbanan seorang Ridho terhadap sahabatnya.
Hingga pada akhirnya cerita inipun harus dimulai dari kedatangan empat siswi SMK ke PT BPLP yang bertujuan untuk mencari ilmu, atau yang sering disebut dengan kata ''magang''. Salah satu diatara mereka, namanya Suryati, dia dipanggil akrab dengan nama Yati, kalau tidak salah dia lahir tanggal 04 Juli 1992. Dari awal Ridho melihat Yati, Ridho tidak pernah merasa kalau Yati itu adalah orang asing di matanya. Tetapi Ridho merasa kalau Yati begitu dekat dengannya. Entah kenapa Ridho juga tidak tahu. Mengenai kepribadiannya, Yati adalah orang yang baik, pendiam, sabar, dan Ridho pun mengaguminya.
Sejak dari pertama Ridho melihat Yati, ia merasa kalau kebahagiaannya akan segera kembali. Kedekatannya dengan Yati, akhirnya mampu mengguncang perasaan Ridho yang ternyata diam diam menyimpan perasaan suka dengan Yati, dia merasa kalau Yati adalah wanita yang istimewa di matanya, dia merasa kalau Yati adalah wanita yang telah membuka hatinya yang selama ini tertutup kurang lebih dari tiga tahun lamanya terhadap semua wanita.
Benar kata pepatah, sepandai pandainya kucing menyembunyikan bangkai, pasti baunya akan tercium juga. Sama hanya yang dilakukan Ridho, sepandai pandainya Ridho menyembunyikan perasaannya terhadap Yati, akhirnya ketahuan juga. Ketiga teman Yati. Lina, Nisa, maupun Mega, mereka tahu kalau Ridho menyukai temannya, Yati. Mereka pun setuju dengan hal itu.
Ridho yang dari awalnya sudah menaruh harapan besar dengan Yati, tapi dia tidak mau mengambil keputusan yang terlalu cepat, yaitu mengungkapkan perasaanya kepada Yati. Tapi karena Mega minta agar Ridho segera mengungkapkan perasaanya kepada Yati. Dan juga ada saran dari Ryan, kalau hal itu memang harus dilakukan. Akhirnya hal itupun dilakukan juga oleh Ridho.
Setelah Ridho mengungkapkan perasaanya, dia merasa senang. Karena Yati memberinya harapan besar. Walaupun Yati berusaha menutup nutupi harapan itu tapi Ridho dapat mengetahui dari cara Yati melihat, cara bicaranya serta tingkah lakunya terhadap Ridho.
Hari haripun terus berlalu, seiring dengan perputaran waktu, suasanapun datang silih berganti, begitulah hari hari yang dilalui Ridho setelah mengungkapkan perasaanya terhadap Yati. Namun Ridho harus terpaksa mengkerutkan kening dan juga harus terpaksa mengaduk otaknya untuk berpikir. Karena tiba-tiba Yati bersikap aneh dengannya. Seperti orang yang tidak pernah kenal sama sekali. Pertanyaan pun berlomba-lomba untuk merasuk pikiran Ridho. Ia bingung apa sebab yang terjadi sehingga suasana inipun harus terjadi.
Ridho yang slalu berusaha untuk mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya. Kini harus menelan rasa kesedihan setelah mendengar syair-syair yang keluar dari celah-celah bibir Yati, yang tanpa sadar harus meneteskan air mata, dan menarik nafas panjang serta harus tabah dengan syair-syair yang men-delete harapan besar yang selama ini di impikan oleh Ridho. Lagi-lagi Ridho harus bingung ''apa yang menyebabkan Yati berbuat seperti itu''
Sekarang Ridho harus bekerja ekstra untuk mencari tahu apa penyebabnya, namun tetap tak berhasil di temukannya. Ridho yang biasanya selalu curhat dengan sahabatnya, kini ia pun harus curhat untuk menyelesaikan masalah itu yang akhirnya nol besar.
Hari hari harus dijalani oleh Ridho dengan perasaan enggan dan penuh tanda tanya dengan Yati. Karena sifatnya telah berubah, namun kejadian ini tidak merubah pikiran Ridho untuk pergi meninggalkan Yati, dia berusaha untuk meyakinkan Yati kalau cintanya itu adalah benar, bukan cinta monyet atau sekedar untuk mempermainkan wanita.
Pupuslah sudah harapan yang selama ini Ridho impi-impikan, kejadian ini membuatnya terpuruk, hingga akhirnya dia harus menyendiri. Perbuatan konyolnya itu memancarkan sinyal pertanyaan terhadap teman-teman dan orang yang ada di sekelilingnya. Dalam keadaan seperti ini, siapa yang mesti di salahkan? Nga ada. Nga ada yang mesti di salahkan, karena ini semua adalah takdir dan penyesalan.''Kita dipertemukan, bukan karena kau atau aku yang memintanya, tetapi kita dipertemukan oleh takdir. Yang pada akhirnya ada penyesalan di hatiku, kenapa awalnya kau berikan aku harapan, sehinga aku harus jatuh cinta? Kalau pada akhirnya kau harus men-delete nya yang penyebabnya tidak ku ketahui?
Kenapa kau tidak membenciku saja?
Kenapa kau membuat aku jatuh cinta?
Itulah yang mengganggu pikiran Ridho, walaupun kejadiannya seperti itu, tetap tidak bisa merubah perasaannya terhadap Yati karena dia sudah terlanjur cinta. Dan tetap berusaha untuk mendapatkan cinta dan menumbuhkan kembali harapan yang telah dihapus oleh Yati.
Ke bagian 2
Sebuah cerita tentang perjalanan hidup dan cinta seseorang, dan cerita ini juga mengisahkan tentang Sahabat, Teman, dan Pacar. Dimana dalam cerita ini ada tiga orang tokoh yaitu Ridho, Ryan, dan Yati.
Nah... Ceritanya begini.
Setelah tamat dari SMA, Ridho memulai karirnya dengan mencoba mengadua nasib pada perusahaan terkemuka di Riau. Dan juga ingin melupakan masalalunya yang suram.
Disana dia bertemu dengan seorang teman namanya Ryan dan pada akhirnyapun menjadi sahabatnya. waktu itu, Ryan mendapat masalah yang serius dengan pacaranya. Sebagai seorang sahabat. Ridho rela melakukan apa saja demi sahabatnya, baik dalam bentuk meteri, pikiran, dan perbuatan. Sampai-sampai Ridho rela dikucilkan demi sahabatnya.
Begitulah pengorbanan seorang Ridho terhadap sahabatnya.
Hingga pada akhirnya cerita inipun harus dimulai dari kedatangan empat siswi SMK ke PT BPLP yang bertujuan untuk mencari ilmu, atau yang sering disebut dengan kata ''magang''. Salah satu diatara mereka, namanya Suryati, dia dipanggil akrab dengan nama Yati, kalau tidak salah dia lahir tanggal 04 Juli 1992. Dari awal Ridho melihat Yati, Ridho tidak pernah merasa kalau Yati itu adalah orang asing di matanya. Tetapi Ridho merasa kalau Yati begitu dekat dengannya. Entah kenapa Ridho juga tidak tahu. Mengenai kepribadiannya, Yati adalah orang yang baik, pendiam, sabar, dan Ridho pun mengaguminya.
Sejak dari pertama Ridho melihat Yati, ia merasa kalau kebahagiaannya akan segera kembali. Kedekatannya dengan Yati, akhirnya mampu mengguncang perasaan Ridho yang ternyata diam diam menyimpan perasaan suka dengan Yati, dia merasa kalau Yati adalah wanita yang istimewa di matanya, dia merasa kalau Yati adalah wanita yang telah membuka hatinya yang selama ini tertutup kurang lebih dari tiga tahun lamanya terhadap semua wanita.
Benar kata pepatah, sepandai pandainya kucing menyembunyikan bangkai, pasti baunya akan tercium juga. Sama hanya yang dilakukan Ridho, sepandai pandainya Ridho menyembunyikan perasaannya terhadap Yati, akhirnya ketahuan juga. Ketiga teman Yati. Lina, Nisa, maupun Mega, mereka tahu kalau Ridho menyukai temannya, Yati. Mereka pun setuju dengan hal itu.
Ridho yang dari awalnya sudah menaruh harapan besar dengan Yati, tapi dia tidak mau mengambil keputusan yang terlalu cepat, yaitu mengungkapkan perasaanya kepada Yati. Tapi karena Mega minta agar Ridho segera mengungkapkan perasaanya kepada Yati. Dan juga ada saran dari Ryan, kalau hal itu memang harus dilakukan. Akhirnya hal itupun dilakukan juga oleh Ridho.
Setelah Ridho mengungkapkan perasaanya, dia merasa senang. Karena Yati memberinya harapan besar. Walaupun Yati berusaha menutup nutupi harapan itu tapi Ridho dapat mengetahui dari cara Yati melihat, cara bicaranya serta tingkah lakunya terhadap Ridho.
Hari haripun terus berlalu, seiring dengan perputaran waktu, suasanapun datang silih berganti, begitulah hari hari yang dilalui Ridho setelah mengungkapkan perasaanya terhadap Yati. Namun Ridho harus terpaksa mengkerutkan kening dan juga harus terpaksa mengaduk otaknya untuk berpikir. Karena tiba-tiba Yati bersikap aneh dengannya. Seperti orang yang tidak pernah kenal sama sekali. Pertanyaan pun berlomba-lomba untuk merasuk pikiran Ridho. Ia bingung apa sebab yang terjadi sehingga suasana inipun harus terjadi.
Ridho yang slalu berusaha untuk mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya. Kini harus menelan rasa kesedihan setelah mendengar syair-syair yang keluar dari celah-celah bibir Yati, yang tanpa sadar harus meneteskan air mata, dan menarik nafas panjang serta harus tabah dengan syair-syair yang men-delete harapan besar yang selama ini di impikan oleh Ridho. Lagi-lagi Ridho harus bingung ''apa yang menyebabkan Yati berbuat seperti itu''
Sekarang Ridho harus bekerja ekstra untuk mencari tahu apa penyebabnya, namun tetap tak berhasil di temukannya. Ridho yang biasanya selalu curhat dengan sahabatnya, kini ia pun harus curhat untuk menyelesaikan masalah itu yang akhirnya nol besar.
Hari hari harus dijalani oleh Ridho dengan perasaan enggan dan penuh tanda tanya dengan Yati. Karena sifatnya telah berubah, namun kejadian ini tidak merubah pikiran Ridho untuk pergi meninggalkan Yati, dia berusaha untuk meyakinkan Yati kalau cintanya itu adalah benar, bukan cinta monyet atau sekedar untuk mempermainkan wanita.
Pupuslah sudah harapan yang selama ini Ridho impi-impikan, kejadian ini membuatnya terpuruk, hingga akhirnya dia harus menyendiri. Perbuatan konyolnya itu memancarkan sinyal pertanyaan terhadap teman-teman dan orang yang ada di sekelilingnya. Dalam keadaan seperti ini, siapa yang mesti di salahkan? Nga ada. Nga ada yang mesti di salahkan, karena ini semua adalah takdir dan penyesalan.''Kita dipertemukan, bukan karena kau atau aku yang memintanya, tetapi kita dipertemukan oleh takdir. Yang pada akhirnya ada penyesalan di hatiku, kenapa awalnya kau berikan aku harapan, sehinga aku harus jatuh cinta? Kalau pada akhirnya kau harus men-delete nya yang penyebabnya tidak ku ketahui?
Kenapa kau tidak membenciku saja?
Kenapa kau membuat aku jatuh cinta?
Itulah yang mengganggu pikiran Ridho, walaupun kejadiannya seperti itu, tetap tidak bisa merubah perasaannya terhadap Yati karena dia sudah terlanjur cinta. Dan tetap berusaha untuk mendapatkan cinta dan menumbuhkan kembali harapan yang telah dihapus oleh Yati.
Ke bagian 2
Langganan:
Komentar (Atom)